Secarik dahaga jiwa tersendat tiada arti

Pupus hati tergores dalam jiwa

Cakrawala dunia terhimpit penuh amarah

Gelap hati sesakkan dada

Asa dalam jiwa tiada terungkap

Penuh noda tiada berkata

Kelam dan pekat hidup kian merasuk

Hanya membisu menerawang penuh doa

Tiada arah dalam aral nan terjal

merangkak pasti pun tiada kudapat

Hidup ini seakan telah dirakit

Tuk terima beribu serbuan penyakit

Kini raga telah terlelap pergi entah kemana

Hati bergetar menapak kering rerumputan

Jiwa terjaga dalam takut melanda

Sesalkan lara dalam asa bertepi

Noda-noda pedih mencoreng raga

Batin tersiksa tangis pun mendera

Keras…begitu kerasnya kehidupanku

Berat kurasa memikul bebanku

Kutapaki jejak demi jejak kehidupanku

Tuk sambut tangisan perjuangan

Kerasnya kehidupan ini

Tak dapat kupungkiri lagi

Asa tinggallah asa

Mimpi tinggallah angan

Kucoba berdiri…berjalan…dan bertahan

Namun…

Semua harapan kian sirna kini

Aku bak pohon mati

Berdiri tegak namun tak mampu menghijau lagi

Aku lalai..aku lunglai

Aku tak sanggup saksikan kerasnya hidup

Misteri hidup akankah lenyap

Dan bahagia di akhir cerita

Oleh : Petrus Lodo Nono